Rabu, 18 Agustus 2021

Bapak Pandu Indonesia

 KH. Agus Salim merupakan tokoh Sarekat Islam (salah satu organisasi pelopor pergerakan nasional) yang menaruh perhatian pada pendidikan kepanduan. Beliau lah yang pertama kali mengusulkan dan menggunakan istilah 'pandu' dan 'kepanduan' untuk mengganti istilah sebelumnya 'padvinder' dan 'padvinderij' yang oleh Belanda dilarang penggunaannya bagi organisasi kepramukaan yang didirikan oleh bumiputera (orang Indonesia).

Istilah 'pandu' dan 'kepanduan' diperkenalkan pertama kali saat konggres Sarekat Islam Afdeeling Padvinderij (SIAP) di Banyumas, Jawa Tengah, pada tahun 1928. SIAP sendiri adalah organisasi kepanduan milik Sarekat Islam, Atas usul tersebut SIAP kemudian berubah kepanjangannya menjadi Sarekat Islam Afdeeling Pandoe.

Gelar Bapak Pandu Indonesia, oleh sebagian pihak, disematkan kepada KH. Agus Salim atas jasanya merubah istilah 'padvinder' dan 'padvinderij' yang berasal dari bahasa Belanda menjadi 'pandu' dan 'kepanduan'.

Namun harus diakui, hingga saat ini tidak ada satu ketetapan hukum pun yang mendasari penganugerahan gelar tersebut. Dalam berbagai ketetapan Munas, keputusan Kwartir Nasional, maupun peraturan perundangan lainnya di pramuka, tidak satupun yang menetapkan KH. Agus Salim sebagai Bapak Pandu Indonesia.

Bahkan tidak ditemukan siapa yang pertama kali menyatakan bahwa KH. Agus Salim sebagai Bapak Pandu Indonesia.

Tanpa mengecilkan jasa KH. Agus Salim sebagai tokoh nasional yang menaruh perhatian tinggi pada pendidikan kepanduan di Indonesia, perlu ditegaskan bahwa gelar H. Agus Salim sebagai Bapak Pandu Indonesia tidak memiliki dasar yang jelas.

Sumber : pramukaria.id

Rabu, 11 Agustus 2021

Sri Sultan HB IX dan Pramuka

 Lahir di Yogyakarta dengan nama GRM Dorojatun pada 12 April 1912, HamengkubuwonoIX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Diumur 4 tahun Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung.


Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Universiteit Leiden, Belanda ”SultanHenkie”. Hamengkubuwono IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar “Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengkubuwono Senopati Ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panotogomo Kholifatulloh Ingkang Kaping Songo”.


Beliau merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat “Istimewa”. Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin.


Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.Minggu malam pada 1 Oktober 1988 ia wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri.


Sejak muda, beliau sudah aktif dalam organisasi pendidikan kepanduan. Menjelang tahun 1960-an, beliau telah menjadi Pandu Agung (Pemimpin Kepanduan). Presiden RI saat itu, Soekarno, berulang kali berkonsultasi dengan Sri Sultan mengenai penyatuan organisasi kepanduan, pendirian gerakan pramuka, dan pengembangannya. Pada 9 Maret 1961, dibentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka oleh Presiden Soekarno. Panitia ini terdiri dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, dan Achmadi. Keempat orang inilah yang mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan terbitnya Keputusan Presiden RI No. 238 Tahun 1961.


Berbagai gerakan kepanduan yang ada di Indonesia akhirnya melebur menjadi satu dalam organisasi pramuka yang resmi berdiri pada 14 Agustus 1961. Pramuka diambil dari kata Poromuko, yang berarti prajurit yang terdepan dalam suatu peperangan. Pramuka sendiri melekat pada singkatan “Praja Muda Karana” yang berarti jiwa muda yang suka berkarya.


Sri Sultan Hamengkubuwana IX pun ditunjuk sebagai Ketua Kwarnas dan Wakil Ketua I Mapinas (Ketua Mapinas adalah Presiden RI). Beliau menjabat selama empat periode berturut, sejak 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970, dan 1970-1974 selama 13 tahun. Tak hanya itu saja. Janji pramuka yang dikenal sebagai Tri Satya Pramuka dan 10 aturan yang harus dipenuhi anggota pramuka, Dasa Dharma Pramuka, juga ditetapkan dan mulai diperkenalkan sejak resminya organisasi pramuka nasional ini.


Seragam pramuka di Indonesia sendiri ditetapkan dengan warna coklat muda untuk atasan dan coklat tua untuk bawahan yang melambangkan elemen air dan tanah. Pramuka pun sejak itu diajarkan ke berbagai sekolah dan menjadi salah satu gerakan pendidikan yang dikenal sejak dini. Pramuka memiliki 4 tingkatan yang diatur berdasarkan usia. Pramuka Siaga untuk anggota berusia 7-10 tahun, Pramuka Penggalang untuk usia 11-15 tahun, Pramuka Penegak untuk usia 16-20 tahun, dan Pramuka Pandega untuk usia 21-25 tahun. Keberhasilan beliau membangun Gerakan Pramuka dalam masa peralihan dari “kepanduan” ke “kepramukaan” mendapat pujian hingga ke luar negeri. Ia pun dianugeragi Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) di tahun 1973. Bronze Wolf Award ini sendiri adalah penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari WOSM kepada orang-orang yang berjasa besar dalam pengembangan kepramukaan.

Rabu, 04 Agustus 2021

Baden Powell, Siapakah Dia?

Baden-Powell

Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, atau yang lebih dikenal sebagai B-P, dilahirkan di Paddington, London, pada tanggal 22 Februari 1857. Dia adalah anak ke-8 dari 10 bersaudara. Ayahnya bernama Baden, seorang profesor di Universitas Oxford dan ibunya bernama Henrietta Powell. Ayahnya meninggal ketika B-P masih berusia tiga tahun sehingga keluarganya harus menghadapi kehidupan yang lebih sulit.


B-P pertama kali mendapatkan pendidikan dari ibunya sebelum akhirnya mengenyam pendidikan di Rose Hill School. Disinilah dia mendapatkan beasiswa ke Charterhouse School. B-P selalu ingin mempelajari keahlian baru dan bermain piano serta biola. Selama berada di Chaterhouse, dia mengeksploitasi minatnya dalam seni kepanduan dan kerajinan kayu.


B-P biasanya bersembunyi dari guru-gurunya di hutan di sekitar sekolah dan juga untuk berburu kelinci untuk dimasak. Ketika memasak, dia berhati-hati supaya keberadaannya tidak diketahui melalui asap masakannya. Ketika masa liburan, dia selalu berpetualang bersama beberapa saudara laki-lakinya. Pada satu saat, mereka berekspedisi dengan sebuah kapal di pesisir Selatan Inggris. Di masa liburan lain, mereka menyusuri sungai Thames dengan menggunakan kano. Di semua petualangan ini, Baden-Powell mempelajari seni dan kerajinan yang akhirnya akan berguna di kehidupan profesionalnya.


B-P tidak dikenal sebagai siswa yang selalu mendapatkan nilai terbaik. Dia sebaliknya malah mengikuti ujian masuk tentara dan mendapatkan ranking kedua dari beberapa ratus pelamar. Dia ditugaskan di 13th Hussars memotong jalur pembentukan pelatihan perwira. Setelah itu, dia bahkan mendapatkan gelar Kolonel Kehormatan.


Kehidupan Militer


Pada tahun 1876, Baden-Powell pergi ke India sebagai seorang tentara muda dengan spesialisasi pengintaian, pembuatan peta dan pemeriksaan. Dia kemudian diminta melatih para tentara lainnya. Metode B-P pada saat itu dianggap tidak biasa; unit kecil atau patroli yang bekerja sama di bawah satu pemimpin, dan memberikan penghargaan khusus bagi mereka yang melakukan tugasnya dengan baik. B-P memberikan penghargaan berupa lencana yang mirip dengan rancangan tradisional kompas dengan jarum menunjuk ke arah Selatan untuk yang berhasil menyelesaikan pelatihan. Lencana Pramuka universal saat ini memiliki model yang sama.


Setelah itu, dia ditugaskan di Balkan, Afrika Selatan, dan Malta. Dia kembali ke Afrika untuk membantu mempertahankan kota Mafeking selama masa pengepungan, 217 hari, di awal terjadinya Perang Boer. Pada saat itu, keahlian pengintaian B-P sangatlah diuji. Para tentara muda yang sangat berani dan memiliki banyak daya akal memberikan kesan yang mendalam bagi B-P. Sebaliknya, apa yang sudah dia lakukan di Inggris juga meninggalkan kesan yang abadi.


B-P kembali ke Inggris pada tahun 1903 dan menyadari bahwa dirinya dianggap sebagai pahlawan nasional. Dia juga melihat bagaimana buku panduan yang dia tulis untuk para tentara ("Aids to Scouting" atau “Bantuan untuk Kepanduan”) telah digunakan oleh pemimpin pemuda dan para guru dalam mengajarkan observasi dan kerajinan kayu.


Dia mulai menjadi pembicara di beberapa pertemuan dan rapat umum. Pada saat dia mengikuti pertemuan Boys' Brigade, Sir Wiliam Smith, pendirinya, meminta B-P untuk membuat skema dengan kegiatan yang lebih variatif dalam pelatihan anggota untuk menjadi warga negara yang baik.


Awal Mula Gerakan Kepanduan


B-P mulai menulis ulang “Bantuan untuk Kepanduan” untuk pembaca dengan usia lebih muda. Pada tahun 1907, dia mengadakan perkemahan eksperimental di pulau Brownsea di Dorset untuk mengujicobakan ide-idenya. Di perkemahan ini, dia berhasil mengumpulkan 22 anak laki-laki, beberapa diantaranya datang dari sekolah swasta dan yang lainnya datang dari golongan kelas pekerja. Ini dianggap sebagai awal mula Gerakan Kepanduan.


“Kepanduan untuk Anak Laki-Laki” dipublikasikan pada tahun 1908 setiap dua minggu sekali dalam enam bagian. Sejak itu muncullah beberapa kelompok Patroli Pramuka yang terdiri dari sejumlah anak laki-laki yang ingin mencoba ide-ide dalam buku tersebut. Yang awalnya hanya merupakan alat Bantu pelatihan untuk organisasi yang sudah berdiri akhirnya justru menjadi buku panduan bagi Gerakan baru yang mendunia. Buku “Kepanduan untuk Anak Laki-Laki” sampai saat ini telah diterjemahkan ke semua bahasa utama di dunia.


Kelompok Pramuka mulai bermunculan di beberapa negara. Pada bulan September 1908, Baden-Powell harus mendirikan sebuah kantor untuk menangani banyak pertanyaan yang diterimanya. Kepanduan tersebar dengan cepat di seluruh dunia.


B-P pensiun dari kemiliteran pada tahun 1910, pada usia 53, sesuai saran Raja Edward VII yang memberitahukan bahwa B-P akan lebih melayani negaranya dengan Gerakan Pramuka apabila dia sudah tidak berada dalam kemiliteran.


Dia sekarang dapat mencurahkan sepenuhnya antusiasme dan energinya untuk mengembangkan Boy Scouting dan Girl Guiding. Dia bepergian ke seluruh dunia untuk mendorong pertumbuhan dan memberikan inspirasi.


Pada tahun 1912, B-P menikahi Olave Soames yang terus mendampingi dan memberikan bantuan serta sangat terlibat dalam Pembimbingan dan Kepanduan. Mereka memiliki tiga orang anak (Peter, Heather dan Betty). Lady Olave Baden-Powell nantinya akan dikenal sebagai Pimpinan Pembimbing Dunia.


Pimpinan Pramuka Dunia


Jambore Kepanduan Dunia pertama kali diadakan di Olympia, London, pada tahun 1920. Pada saat acara penutupan, B-P dipilih dengan suara bulat sebagai Pimpinan Pramuka Dunia.


Pada Jambore dunia ke-3, yang juga diadakan di Inggris, Prince of Wales mengumumkan akan diberikan gelar bangsawan oleh H.M.the King. B-P mengambil gelar Lord Baden-Powell of Gilwell; Gilwell Park adalah pusat pelatihan internasional yang diciptakannya untuk para pembina Pramuka.


B-P sudah menulis kurang lebih 32 buku. Dia menerima gelar kehormatan dari enam universitas. Sebagai tambahan, B-P juga mendapatkan 28 penghargaan asing serta 19 penghargaan Pramuka dari seluruh dunia.


Pada tahun 1938, B-P jatuh sakit dan memutuskan untuk kembali ke Afrika yang memiliki arti mendalam untuk hidupnya. Dia memutuskan untuk memasuki masa semi-pensiun di Nyeri, Kenya. Di tempat itu, B-P tidak bisa mengekang energinya dan kembali menulis buku dan membuat sketsa.


Pada tanggal 8 Januari 1941, pada usia 83 tahun, B-P meninggal dunia. Tempat peristirahatan terakhirnya adalah sebuah makam kecil di Nyeri dengan pemandangan Gunung Kenya. Di batu nisannya tertulis “Robert Baden-Powell, Pimpinan Pramuka Dunia” dan dikelilingi oleh lencana Boy Scout dan Girl Guide. Lady Olave Baden-Powell melanjutkan pekerjaan suaminya, mempromosikan Kepramukaan dan Kepanduan Pemudi ke seluruh dunia sampai beliau meninggal dunia pada tahun 1977. Lady Olave dimakamkan di sebelah makam suaminya di Nyeri, Kenya.


B-P sudah menyiapkan pesan perpisahan untuk para anggota Pramuka yang dipublikasikan setelah kepergiannya. Nasihatnya yang berisi: “selalu mencoba sehingga ketika tiba waktunya, dunia yang kita tinggalkan telah menjadi lebih baik daripada ketika kita dilahirkan,” masih sangat relevan untuk anak muda di seluruh dunia saat ini.


Sumber : https://www.scout.org/id/node/25320

Kamis, 24 September 2020

Sandi AZ

Sandi AZ sendiri merupakan salah satu sandi dasar yang kerap digunakan dalam latihan dan kegiatan kepramukaan.

Sebagai sebuah sandi dasar, tidak mengherankan jika sandi ini telah diajarkan kepada peserta didik usia siaga dan penggalang. Dan sebagaimana sandi-sandi dasar lainnya semacam sandi AND, sandi Angka, dan Sandi Rumput, sandi ini memiliki kekhasan tersendiri. Sehingga meskipun ditampilkan tanpa disertai dengan kata kunci sekalipun, seorang pramuka yang terbiasa membaca sandi, akan dengan mudah dapat menebak jenis dan memecahkan sandinya.

Meskipun demikian bukan berarti semua pramuka telah menguasai sandi ini. Karena itu, pada kesempatan kali ini, Blog Materi Pramuka, akan mencoba mengulas bagaimana cara membaca dan memecahkan sandi AN ini sekaligus bagaimana cara membuatnya.

Sandi AZ, masih termasuk sandi dasar dalam kegiatan kepramukaan. 'A=Z' adalah kata kunci dalam sandi ini. cara membuatnya adalah, pertama, tulis hurf A sampai dengan huruf M, dengan spasi yang cukup lebar. Kedua, dibawah setiap huruf dari A sampai M ditulis huruf Z sampai dengan huruf N, tulis setiap huruf persis dibawah huruf yang berada di atasnya sesuai urutan.


Untuk membuat atau memecahkan sandi, ganti setiap huruf dalam sebuah kata dengan huruf yang berada di atas huruf aslinya, begitu pula sebaliknya. Jika huruf aslinya ada di atas, cari penggantinya di bawah. Dan jika huruf aslinya di bawah, cari penggantinya di bawah. Tanda baca ataupun angka, tidak berubah.

Itulah cara membaca dan membuat sandi AZ yang ternyata sangat mudah. Silakan adik-adik pramuka siaga, penggalang, penegak maupun pandega dan kakak-kakak pembina dan pembantu pembina untuk berkreasi dengan sandi AZ ini maupun sandi-sandi lainnya.

Sumber : https://pengembarapramuka.blogspot.com/2018/11/belajar-sandi-az.html?m=1

Rabu, 09 September 2020

MORSE

Sandi morse pramuka adalah sandi bunyi yang menggantikan huruf, angka, tanda baca, dan sinyal dengan simbol titik ( . ) dan garis (  ) dengan susunan tertentu.

Jika Anda pernah mengikuti kegiatan pramuka, pasti tidak asing dengan istilah morse. Sandi morse merupakan salah satu dari sekian jenis sandi di pramuka.

Berikut penjelasan lanjut mengenai sandi morse pramuka.

Sandi morse atau bisa disebut sebagai kode morse merupakan sandi bunyi yang menggantikan huruf, angka, tanda baca, dan sinyal dengan simbol titik ( . ) dan garis (  ) dengan susunan tertentu. Simbol titik ( ) menyimbolkan bunyi pendek, sedangkan simbol garis ( – ) menyimbolkan bunyi panjang.

Sejarah Sandi Morse Pramuka


Pada zaman dahulu, sebelum penemuan telegraf, sebagian besar pengiriman pesan pesan jarak jauh dikirim oleh kurir dengan cara dihafal atau dibawa secara tertulis. Sebagian pesan yang lain dikirim menggunakan sandi atau kode semafor (semaphore) yaitu kode huruf, angka dengan menggunakan bendera atau alat-alat lain.

Suatu kemudian, muncullah sistem mekanis yang dinamakan telegraf semafor. Akan tetapi, sistem ini harus dilakukan dengan jarak yang cukup dekat supaya penerima melihat pesan si pengirim. Kekurangannya yaitu, sistem ini tidak dapat digunakan pada malam hari.

Pada tahun 1838, Samuel Morse dan asistennya , Alfred Vail, mendemonstrasikan perangkat telegraf dengan menciptakan kode alfabet khusus yang kemudian dikenal sebagai kode morse, atau sandi morse.

Pesan telegraf yang berupa morse dikiirm dengan mengetuk kode untuk setiap alfabet huruf dalam bentuk garis (  ) sebagai sinyal pannjang dan titik ( . ) sebagai sinyal pendek.

Kode asli morse pada masa awal tidak sama persis dengan kode morse yang digunakan pada saat ini, termasuk jeda serta tanda hubung dan titik. Kode morse yang sekarang kita kenal merupakan suatu ketetapan resmi dalam konferensi di Berlin tahun 1851.

Rumus Sandi Morse Pramuka


Kode dalam morse merepresentasikan bermacam yaitu alfabet, tanda baca, dan angka. Berikut rumus dari morse pramuka yang dapat dipelajari.

Alfabet dalam sandi morse pramuka:

A :.-N :-.
B :-…O :
C :-.-.P :.-..
D:-..Q :–.-
E :.R :.-.
F :..-.S :
G :–.T :
H :….U :..-
I :..V :…-
J :.—W :.–
K :-.-X :-..-
L :.-..Y :-.–
M :Z :–..

Tanda baca dalam morse pramuka:

Titik ()= .-.-.-

Koma ( , ) = –..–

Titik dua ( : ) = —…

Strip ( – ) = -….-

Garis miring ( / ) = -..-.

Angka dalam morse pramuka:

1 = .—-6 = -….
2 = ..—7 = –…
3 = …–8 = —..
4 = ….-9 = —-.
5 = …..0 = —-

Cara Menghafal Sandi Morse Pramuka

Menghafal seluruh kode sinyal dalam morse akan lebih mudah jika dikelompokkan ke dalam bagian-bagian tertentu. Berikut beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengetahui cara menghafal morse menjadi lebih mudah.

1. Metode Koch


International Morse Code - SARCNET

sandi morse

Metode koch adalah metode menghafal sandi morse dengan sistem gradual. Metode ini dimulai dengan dua huruf yang diulang secara terus menerus. Huruf E dan T digunakan sebagai intervalnya.

Setelah menguasai dua huruf E dan T tersebut, maka Anda dapat membaca dan mengirimkan sandi morse dengan cepat, selanjutnya satu huruf ditambah dan seterusnya hingga Anda mampu menguasai pembacaan dan pengiriman sandi morse melalui pembiasaan.

2. Metode Substitusi


sandi morse

Pramuka Indonesia pada umumnya menerapkan metode substitusi untuk menghafal sandi morse pramuka. Metode ini menggunakan padananan huruf ‘O‘ sebagai kode tanda garis (  ) dan huruf voal lain ‘A I U E‘ sebagai kode titik ( . ).

A :Ano.-N :Notes-.
B :Bonaparte-…O :Omoto
C :Coba-coba-.-.P :Pertolongan.–.
D:Dominan-..Q :Qomokaro–.-
E :Egg.R :Rasove.-.
F :Father Joe..-.S :Sahara
G :Golongan–.T :Ton
H :Himalaya….U :Unesco..-
I :Islam..V :Versikaro…-
J :Jago loro.—W :Winoto.–
K :Komando-.-X :Xosendero-..-
L :Lemonade.-..Y :Yosimoto-.–
M :MotorZ :Zoroaster–..

3. Metode Pengelompokan


sandi morse

Metode pengelompokan merupakan metode dengan mengelompokkan huruf-huruf alfabet bagaimana huruf tersebut diwakili oleh morse pramuka. Alfabet dengan morse berkebalikan saling dipasangkan satu sama lain.

Kelompok alfabet dengan morse yang saling berkebalikan.

E : .                  ><        T : 

I : ..                  ><        M : — S : …                ><        O : 

H : ….               ><        KH : —-

Kelompok alfabet dengan sandi morse saling berlawanan

A : .-                 ><        N : -.

U : ..-                ><        D : -..

V : …-               ><        B : -…

W : .–               ><        G : –.

Y : -.–             ><        Q : –.-

Kelompok alfabet sandwich

K :-.-                ><        R : .-.

X :-..-               ><        P : .–.

F :..-.               ><        L : .-..

Kelompok alfabet yang tidak memiliki pasangan

C : -.-.

J : .—

Z : –..

Kelompok angka

1 : .—-

2 : ..—

3 : …–

4 : ….-

5 : …..

6 : -….

7 : –…

8 : —..

9 : —-.

10 : —–

Pengelompokan EISHTMOKHRKWGAUVNDBCJZdan XP

E = .T = R = .-.F = ..-.
I = ..M = K = -.-L = .-..
S = O = W = .–Q = –.-
H = ….KH = —-G = –.Y = -.–
A = .-N = -.C = -.-.X = -..-
U = ..-D = -..J = .—P = .–.
V = …-B = -…Z = –..

Demikian penjelasan mengenai morse pramuka meliputi pengertian, sejarah, rumus, dan cara menghafalnya. Semoga bermanfaat!

Sumber : https://www.google.com/amp/s/saintif.com/sandi-morse/amp/

Rabu, 26 Agustus 2020

SANDI KOTAK 1 DAN KOTAK 2

SANDI KOTAK 1 DAN 2 PRAMUKA

Sandi adalah sebuah kata dalam bahasa sansekerta yang kira-kira artinya adalah rahasia; menyembunyikan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata persandian yang berasal dari kata dasar sandi adalah rahasia atau kode, definisi sinonimnya dalam bahasa Inggris cryptography, yang berarti pengetahuan, studi, atau seni tentang tulisan rahasia.
1.        Sandi Kotak 1
Sandi ini terdiri dari palang-palang/kotak dan sudut-sudut dengan kunci. Untuk membedakan antara kedua huruf tiap kotak, maka huruf kedua diberi tanda titik.




Sehingga dari "Kunci Sandi Kotak I" di atas jika diuraikan satu persatu, masing-masing lambang dan hurufnya adalah sebagai berikut :



Dari Kunci Sandi Kotak I itulah kita bisa langsung memecahkan (membaca) soal sandi yang ada. Jika pun dalam soal tidak disertakan gambar Kunci Sandi Kotak I, kita bisa membuat atau menggambar sendiri Kunci Sandi Kotak I sebagai pedoman dalam membaca soal sandi.
Berikut contoh huruf-hurufnya:



2.        Sandi Kotak 2
Sandi ini terdiri dari kotak-kotak saja tanpa sudut-sudut dengan kunci sebagai berikut:




Sama seperti sandi kotak I, untuk membedakan ketiga huruf tiap kotak maka diberi titik. Berikut contoh-contohnya:



3.        Fungsi Sandi Kotak
a.    Sebagai kode atau tanda
b. Sebagai pengantar bahasa bagi orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus, sehingga mereka dapat menyampaikan apa yang menjadi pemikirannya,dan informasi pun dapat tersampaikan kepada orang yang di ajak berkomunikasi.

Rabu, 12 Agustus 2020

SEJARAH KEPANDUAN DI INDONESIA

Di Indonesia, setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka atau yang sebelumnya dikenal sebagai gerakan Kepanduan. Gerakan ini juga terdapat di berbagai negara di dunia dan memiliki sejarah panjang. Sebutan internasional untuk gerakan Kepanduan adalah Scouting atau Scout Movement.

Gerakan ini dicetuskan oleh Robert Baden-Powell, seorang anggota angkatan darat di Inggris. Antara tahun 1906-1907, ia menulis buku Scouting for Boys. Intinya, buku ini merupakan panduan bagi remaja untuk melatih keterampilan dan ketangkasan, cara bertahan hidup, hingga pengembangan dasar-dasar moral.

Apa yang dicetuskan Robert Baden-Powell ini kemudian menyebar ke seluruh dunia dan menjadi gerakan Kepanduan, yang di Indonesia disebut dengan Pramuka. Hari lahir Robert Baden-Powell yakni tanggal 22 Februari diperingati sebagai Hari Pramuka Internasional. Ia lahir di London pada 22 Februari 1857.

Dikutip dari Scout.org, anggota Kepanduan di seluruh dunia saat ini melebihi 50 juta orang yang tersebar di lebih dari 200 negara. Mereka yang pernah menjadi anggota Kepanduan saat ini banyak yang muncul sebagai tokoh-tokoh dunia terkemuka dari segala bidang keilmuan.

Sejarah Pramuka di Indonesia

Gerakan Kepanduan di Indonesia sudah ada sejak zaman kolonial Hindia Belanda. Tahun 1916, Mangkunegara VII di Surakarta memprakarsai berdirinya Javaansche Padvinders Organisatie.

Setelah itu, bermunculan gerakan-gerakan sejenis yang dikelola oleh organisasi-organisasi pergerakan, sebut saja Hizbul Wathan (Muhammadiyah), Nationale Padvinderij (Boedi Oetomo, Sarekat Islam Afdeling Padvinderij (Sarekat Islam), Nationale Islamietische Padvinderij (Jong Islamieten Bond), dan lain-lain.

Menurut Panduan Museum Sumpah Pemuda (2009), gerakan Kepanduan di tanah air yang berlingkup nasional dimulai pada 1923 dengan berdirinya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Batavia, lalu dilebur menjadi Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) pada 1926.

Adapun istilah Pramuka resmi digunakan untuk menyebut gerakan Kepanduan nasional baru terjadi cukup lama setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada 14 Agustus 1961. Idenya bermula dari gagasan Presiden Sukarno yang ingin menyatukan seluruh gerakan Kepanduan di Indonesia.

Maka, setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Misi utama gerakan Pramuka adalah untuk mendidik pemuda dan pemudi Indonesia, dari usia anak-anak, demi meningkatkan rasa cinta tanah air dan bela negara.

Istilah Pramuka dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX, terinspirasi dari kata Poromuko yang berarti pasukan terdepan dalam perang. Namun, kata Pramuka diejawantahkan menjadi Praja Muda Karana yang berarti “Jiwa Muda yang Gemar Berkarya".

Sultan HB IX menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pertama dan terpilih kembali sampai 4 periode selanjutnya hingga tahun 1974. Ia berjasa melambungkan Pramuka Indonesia hingga ke luar negeri. Maka, gelar Bapak Pramuka Indonesia kemudian disematkan kepada Raja Yogyakarta ini.

Sumber :

(tirto.id - bqs/isw)

Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Iswara N Raditya
Kontributor: Balqis Fallahnda